Tampilkan postingan dengan label Inspirator. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirator. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Zhang Da Sang Inspirator

Seorang anak di China pada 27 Januari 2006 mendapat penghargaan tinggi dari pemerintahnya karena dinyatakan telah melakukan “Perbuatan Luar Biasa”. Diantara 9 orang peraih penghargaan itu, ia merupakan satu-satunya anak kecil yang terpilih dari 1,4 milyar penduduk China.


Zhang Da harus menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat belia. Tahun 2001, ketika usianya menjelang 10 tahun, Zhang Da harus menerima kenyataan ibunyalari dari rumah. Sang ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yang mendera keluarganya. Yang lebih tragis, si ibu pergi karena merasa tak sanggup lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tak berdaya, dan tanpa harta. Dan ia tak mau menafkahi keluarganya.

Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya.

Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun.



Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari.

Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah.

Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda.

Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. "Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab," katanya.

Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. "Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" papar pembawa acara.

Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembawa acara harus mengingatkannya lagi. "Sebut saja!" katanya menegaskan.

Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. "Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah!" kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton.

Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai.

Zhang Da boleh dibilang langka karena sangat berbeda dengan anak-anak modern. Saat ini banyak anak yang segala sesuatunya selalu dimudahkan oleh orang tuanya. Karena alasan sayang, orang tua selalu membantu anaknya, meskipun sang anak sudah mampu melakukannya.

Plokamator Republik Indonesia






Ir. SOEKARNO
                Lahir                      :
 Ir. Soekarno lahir di kota pahlawan Surabaya 6 juni 1901 dari seorang ayah bernama Raden Sukemi dan Ibu yang bernama Ida Nyoman Rai.
                Pendidikan         :  
Ir. Soekarno menamatkan Sekolah Desa di Tulung Agung , ELS di mojokerto , HBS di Surabaya lalu meneruskannya di ITB di Bandung dan mendapat gelar Ir pada tahun 1926
                Sejarah hidup    :
                Ir Soekarno sudah berjuang dalam pergerakan kebangsaansemenjak masih mahasiswa , Kemudian Beliau mendirikan Algemeene Studieclub di Bandung . Beliau juga sering menulis surat kabar yang isinya tentang cita-cita bangsa Indonesia yang menghendaki kemerdekaan di majalahnya Indonesia Muda. Tahun 1927 Ir Soekarno mendirikan Partai Nasional Indonesia (PNI) bersama Mr.Iskak , Dr. Ciptomangunkusumo , Mr Budiarto , Mr. Sunaryo dan Mr. Sartono, partai yang tidak mau bekerjasama dengan pemerintah Belanda . Tahun 1929 Ir Soekarano di penjara karena dituduh akan mengadakan pemberontakan. Lalu beliau dipenjara selama 4 tahun di penjara Sukamiskin.Setelah keluara dari penjara , semangat Ir . Soekarno semakin berapi – api untuk mengobarakan semangat rakyat. Ir. Soekarno pun ditangkap kembali dan di buang ke Endeh selama 4 tahun dan dipindahkan ke Bengkulu . Pada tahun 1942 saat Jepang masuk Indonesia,Ir .Soekarno dibawa ke Jakarta . Tahun 1943 bersama Jepang , Ir . Soekarno mendirikan Putera yang oleh Ir.Soekarno  dipakai untuk menggembleng pemuda Indonesia supaya mencintai tanah air dan bangsa Indonesia.Pada tanggal 1 juni 1945,dari pidatonya lahir Pancasila.Pada tanggal 17 Agustus 1945 bersama Bung Hatta mewakili bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia .Dan Ir.Soekarno di angkat sebagai Presiden R.I yang pertama. Pada agresi militer pertama , Soekarno memimpin perjuangan di Jawa. Pada agresi militer dua Ir. Soekarno di tangkap Belanda di buang ke Bangka.Pada tanggal 11 Maret 1966 Ir.Soekarno mengundurkan diri dari jabatannya dan menyerahkan kepada Drs.Moh Hatta.
                Wafat                    :
                Ir. Soekarno wafat pada tanggal 21 Juni 1970 di Jakarta, kemudian dimakamkan di Blitar dekat dengan makam Ibunya.

Senin, 28 Januari 2013

PAHLAWAN PERGERAKAN NASIONAL



 


KYAI HAJI HASYIM ASY’ARI 


Lahir : 

Kyai Haji Hasyim Asy’ari lahir di Demak Jawa Tengah pada 10 April 1875 . Kyai Haji Hasyim Asy'ari adalah tra ketiga dari 10 bersaudara. Ayahnya bernama Kyai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang . Ibunya bernama Halimah. Sementara kesepuluh saudaranya antara lain: Nafi'ah, Ahmad Saleh, Radiah, Hassan, Anis, Fatanah, Maimunah, Maksum, Nahrawi dan Adnan 


Pendidikan : 


Kyai Haji Hasyim Asy’ari belajar agama Islam dari ayah dan kakeknya , kemudian di berbagai pesantren antara lain  antara lain Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, Pesantren Langitan di Tuban,Pesantren Trenggilis di Semarang, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan Pesantren Siwalan di Sidoarjo.. Pada tahun 1896 beliau naik haji dan tinggal di Mekah selama 7 tahun untuk memperdalam pengetahuan tentang agamanya kepada  Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Syekh Mahfudh at-Tarmisi, Syekh Ahmad Amin Al-Aththar, Syekh Ibrahim Arab, Syekh Said Yamani, Syekh Rahmaullah, Syekh Sholeh Bafadlal, Sayyid Abbas Maliki,Sayyid Alwi bin Ahmad As-Saqqaf, dan Sayyid Husein Al-Habsyi.


Karya Dan Pemikiran 


KH Hasyim Asy'ari banyak membuat tulisan dan catatan-catatan. Sekian banyak dari pemikirannya, setidaknya ada empat kitab karangannya yang mendasar dan menggambarkan pemikirannya; kitab-kitab tersebut antara lain:
Risalah Ahlis-Sunnah Wal Jama'ah: Fi Hadistil Mawta wa Asyrathis-sa'ah wa baya Mafhumis-Sunnah wal Bid'ah (Paradigma Ahlussunah wal Jama'ah: Pembahasan tentang Orang-orang Mati, Tanda-tanda Zaman, dan Penjelasan tentang Sunnah dan Bid'ah)
Al-Nuurul Mubiin fi Mahabbati Sayyid al-Mursaliin (Cahaya yang Terang tentang Kecintaan pada Utusan Tuhan, Muhammad SAW)
Adab al-alim wal Muta'allim fi maa yahtaju Ilayh al-Muta'allim fi Ahwali Ta'alumihi wa maa Ta'limihi (Etika Pengajar dan Pelajar dalam Hal-hal yang Perlu Diperhatikan oleh Pelajar Selama Belajar)
Al-Tibyan: fin Nahyi 'an Muqota'atil Arham wal Aqoorib wal Ikhwan (Penjelasan tentang Larangan Memutus Tali Silaturrahmi, Tali Persaudaraan dan Tali Persahabatan


Kegiatan : 


Kyai Haji Hasyim Asy’ari pernah mengajar di Johor Malaysia. Pada tahun 1907 beliau mendirikan pesantren Tebu Ireng di desa Cukir Jombang . Pesantren itu tidak hanya mengajrkan tentang ilmu agama saja namun juga mengajarkan tentang pengetahuan umum.Murid-muridnya diajarkan cara menulisdan membaca huruf latin, membaca buku tentang pengetahuan umum berorganisasi dan berpidaato.Pada bulan Januari 1926Kyai Haji Hasyim Asy’ari mendirikan NU (Nahdatul Ulama) ,namun ia sangat toleran dengan aliran lain.Pada masa awal pendudukan Jepang , Beliau di tangkap, namun berkat pantuan puteranya K.H Wahid Hasyim beberapa bulan kemudian beliau di bebaskan, kemudian beliau di angkat menjadi Kepala Urusan Agama yang diterimnya karena terpaksa,namun beliau tetap mengasuh pondok pesantren Tebu Ireng . Setelah Indonesia merdeka beliau sering memberi pidato yang membakar semangat para pemuda untuk mempertahankan NKRI 


Wafat : 


Kyai Haji Hasyim Asy’ari wafat di Tebu Ireng pada tanggal 25 Juli 1947 pada usia 72 tahun dan dimakamkan di Tebu Ireng Jombang.









DENGAN DIKELUARKANNYA SURAT KEPUTUSAN PRESIDEN R.I NO 294 TAHUN 1964 TANGGAL 17 NOVEMBER 1964 KYAI HAJI HASYIM ASY’ARI DIANGAT SEBAGAI PERGERAKAN NASIONAL